Kembali ke Berita
Berita Desa

Mahasiswa KKN UMUS Laksanakan Pemetaan dan Evaluasi Kondisi Drainase di Desa Luwunggede sebagai Upaya Mendukung Pengelolaan Infrastruktur Lingkungan

5 Agustus 2026
Admin Desa
Mahasiswa KKN UMUS Laksanakan Pemetaan dan Evaluasi Kondisi Drainase di Desa Luwunggede sebagai Upaya Mendukung Pengelolaan Infrastruktur Lingkungan
Program tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi saluran drainase yang ada di lingkungan desa sekaligus memberikan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa sebagai bahan pertimbangan dalam pemeliharaan maupun perbaikan drainase. Sistem drainase memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air, terutama saat musim hujan. Saluran yang berfungsi dengan baik mampu mengalirkan air hujan sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya genangan maupun kerusakan lingkungan. Sebaliknya, drainase yang mengalami penyumbatan akibat sampah, sedimentasi, atau kerusakan fisik berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari genangan air, menurunnya kualitas lingkungan, hingga terganggunya aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kondisi drainase perlu dipantau secara berkala agar permasalahan dapat diketahui sejak dini dan segera ditindaklanjuti. Sebelum kegiatan lapangan dilaksanakan, mahasiswa KKN melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Luwunggede beserta perangkat desa untuk menyampaikan maksud dan tujuan program kerja. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas lokasi-lokasi yang menjadi prioritas survei berdasarkan informasi dari pemerintah desa dan kondisi yang sering dikeluhkan masyarakat. Koordinasi ini menjadi langkah awal yang penting agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai kebutuhan desa serta mendapatkan dukungan dari pemerintah desa maupun masyarakat setempat. Setelah memperoleh arahan dari pemerintah desa, mahasiswa mulai melakukan observasi lapangan pada sejumlah titik drainase yang telah ditentukan. Kegiatan survei dilakukan dengan mengamati kondisi fisik saluran, mengukur dimensi drainase secara sederhana, mendokumentasikan kondisi eksisting, serta mencatat berbagai temuan yang dijumpai selama berada di lapangan. Selain melakukan pengamatan, mahasiswa juga berdialog dengan warga sekitar untuk memperoleh informasi mengenai kondisi drainase, seperti lokasi yang sering mengalami genangan, penyebab tersumbatnya saluran, serta upaya yang selama ini dilakukan masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase. Berdasarkan hasil pengamatan awal, sebagian besar saluran drainase di Desa Luwunggede masih mampu mengalirkan air dengan baik. Namun demikian, pada beberapa titik ditemukan adanya endapan sedimen yang mulai mengurangi kapasitas saluran. Selain itu, masih terdapat sampah rumah tangga dan tumbuhan liar yang menghambat aliran air pada beberapa lokasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila tidak segera dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan aliran air menjadi tidak lancar, terutama ketika intensitas hujan meningkat. Seluruh data yang diperoleh selama survei kemudian dihimpun dan diolah menjadi peta kondisi drainase. Peta tersebut memuat lokasi titik-titik survei beserta informasi mengenai kondisi masing-masing saluran. Penyusunan peta dilakukan agar hasil survei tidak hanya berupa dokumentasi tertulis, tetapi juga menjadi data visual yang lebih mudah dipahami oleh pemerintah desa. Dengan adanya peta tersebut, lokasi yang membutuhkan perhatian dapat diketahui secara lebih jelas sehingga memudahkan proses perencanaan pemeliharaan maupun perbaikan di masa mendatang. Selain menghasilkan peta kondisi drainase, mahasiswa juga menyusun rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi lapangan. Rekomendasi tersebut meliputi perlunya pembersihan saluran secara berkala, pengerukan endapan sedimen pada beberapa titik, pembersihan vegetasi liar, serta peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Desa Luwunggede dalam menyusun program pemeliharaan infrastruktur yang lebih efektif dan berkelanjutan. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa program kerja ini tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban akademik selama pelaksanaan KKN, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Data yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat menjadi informasi awal mengenai kondisi drainase di Desa Luwunggede. Meskipun masih bersifat sederhana, hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam menentukan prioritas penanganan apabila ditemukan saluran yang memerlukan pemeliharaan maupun perbaikan. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari pemerintah desa. Menurut perangkat desa, keberadaan mahasiswa KKN memberikan kontribusi dalam membantu pendataan kondisi infrastruktur yang selama ini belum terdokumentasi secara sistematis. Hasil survei yang disusun dalam bentuk peta dan laporan dinilai akan memudahkan pemerintah desa dalam melakukan identifikasi lokasi yang memerlukan perhatian, sekaligus menjadi arsip data yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan desa pada masa mendatang. Melalui program kerja ini diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran drainase. Infrastruktur yang baik tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawatnya. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi, diharapkan sistem drainase di Desa Luwunggede dapat berfungsi secara optimal sehingga mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan mengurangi risiko terjadinya genangan saat musim hujan. Program kerja Pemetaan dan Evaluasi Kondisi Drainase Lingkungan Desa Luwunggede menjadi salah satu contoh penerapan ilmu Teknik Sipil dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun berbasis data, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi nyata bagi desa tempat pelaksanaan KKN. Ke depan, hasil kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai data pendukung dalam upaya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan serta mendukung pembangunan Desa Luwunggede yang lebih baik dan berkelanjutan. Penulis: Agus Susilo Mahasiswa KKN Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS), Program Studi Teknik Sipil